Tak bisa disangkal manusia akan selalu bersentuhan dengan cinta. Sementara kecintaan memberikan buah kerinduan. Orang yang mencinta akan rindu kepada orang yang dicintainya.
Kerinduan kepada kekasih, seringkali membekaskan duka. Ingin
bertemu dan berdekatan dengan sang kekasih. Air mata tak jarang menetes
karena terbakar oleh kerinduan di hati. Sebagian orang bahkan sampai
menjadi gila karena rindunya pada orang yang dicintainya. Naudzubillah.
Kerinduan, adalah sebuah kesengsaraan. Penyakit yang membekaskan kelemahan di hati. Lantas apakah obat untuk mengatasi penyakit yang menggerogoti jiwa ini ?
Ikhlas Kepada Allah
Ikhlas adalah obat termanjur penyakit rindu. Jika kamu
benar-benar ikhlas kepada Allah, maka Allah akan menolongmu dari
penyakit kerinduan dengan cara yang tak pernah terbetik di hati kita
sebelumnya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, "Sungguh jika hati
telah merasakan manisnya ibadah kepada Allah dan ikhlas kepada-Nya,
niscaya ia tidak akan menjumpai hal lain yang lebih manis, lebih indah,
lebih nikmat dan lebih baik daripada Allah. Manusia tidak akan
meninggalkan sesuatu yang dicintainya, melainkan setelah memperoleh
kekasih lain yang lebih dicintainya. Atau karena adanya sesuatu yang
ditakutkannya. Cinta yang buruk akan bisa dihilangkan dengan cinta yang
baik. Atau takut sesuatu yang membahayakannya"
Ketika pemuda ikhlas kepada Allah, maka Allah akan memilihnya,
menghidupkan hatinya. Di saat itulah segala kekejian akan berpaling
darinya dan dia sangat takut untuk mencari pengganti selain Allah.
Keadaannya berbeda dengan hati yang tak ikhlas. Hati tersebut akan
selalu diombang-ambingkan nafsu, keinginan, tuntutan serta cinta yang
memabukkan. Keadaannya tidak berbeda dengan sepotong ranting yang meliuk
kesana kemari mengikuti arah angin.
Berdo’a
Do’a mengandung sikap kefakiran serta kerendahdirian seseorang di hadapan Allah.
Oleh karena itu, doa merupakan salah satu bentuk ibadah yang agung.
Ketika seseorang berada dalam kesempitan dan dia bersungguh-sungguh
dalam berdoa, merasakan kebutuhannya kepada Allah niscaya Allah akan
mengabulkan doanya. Termasuk diantaranya dia memohon untuk dilepaskan
dari kesulitan penyakit rindu dan kasmaran yang terasa mengkoyak-koyak
hatinya. Penyakit yang menyebabkan dirinya gundah gulana, sedih dan
sengsara.
Memenej Pandangan
Pandangan yang berulang-ulang adalah pemantik terbesar yang menyalakan
api hingga terbakarlah hati dengan kerinduan. Orang yang memandang
dengan sepintas saja jarang yang mendapatkan rasa kasmaran. Namun
pandangan yang berulang-ulanglah yang merupakan biang kehancuran.
Ibnul Qayyim menyatakan, "Orang yang berakal jangan sampai terlalu
mudah tergelincir jatuh hati dan rindu agar tidak tertimpa berbagai
kerusakan yang ditimbulkannya, baik sedikit maupun banyak. Barangsiapa
yang menerjunkan diri kedalamnya maka ia termasuk orang yang menzalimi
diri sendiri yang tertipu dan binasa. Andai saja bukan karena pandangan
yang berkali-kali terhadap orang yang dikagumi dan usahanya untuk dapat
merajut benang-benang asmara, pastilah asmara tidak akan kokoh
mencengkeram jiwanya."
Membina Rumah Tangga
Bagaimanapun menikah merupakan obat bagi kerinduan hati. Meski
pernikahan tersebut dilangsungkan tidak dengan orang yang dicinta dan
diidamkan diawal. Kenapa bias demikian? Tidak lain, karena pernikahan
telah mencukupkan segala kebutuhan jiwa disamping ia penuh berkah.
Pernikahan memadamkan berbagai gejolak cinta.
Jika memungkinkan menikah dengan orang yang dicintainya maka menikahlah dengannya. Ini merupakan terapi termanjur.
Selalu Sibuk dan Aktif
Dalam situasi kosong kegiatan, biasanya seseorang lebih mudah untuk berangan memikirkan orang yang dia cintai.
Dalam keadaan sibuk luar biasa berbagai pikiran tersebut mudah untuk
lenyap begitu saja. Oleh karena itu, untuk memangkas kerinduan seseorang
hendaknya menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat baik untuk
dunia maupun untuk akhirat. Hakikat dari rasa rindu adalah kesibukan
hati yang kosong. Di kala sepi sendiri, tanpa aktifitas muncullah
bayangan sang kekasih, wajah, gerak-gerik, dan segala yang berkaitan
dengannya. Seluruhnya hanya sekadar bayangan dan khayalan yang berakhir
dengan kesedihan diri. Tiada manfaatnya sedikitpun bagi kehidupan kita.
Menghindari Nyanyian dan Film Percintaan
Nyanyian dan film-film percintaan memilika andil besar untuk mengobarkan
kerinduan pada orang yang dicintai. Apalagi jika, nyanyian tersebut
dikemas dengan mengharu-biru, mendayu-dayu tentu akan menggetarkan hati
orang yang sedang ditimpa kerinduan. Akibatnya rasa rindu kepadanya
semakin memuncak, berbagai angan-angan yang menyimpang pun terbetik
dalam hati dan pikiran. Bila demikian, sudah layak jika nyanyian dan
tontonan seperti ini dan secara umum ditinggalkan. Demi keselamatan dan
kejernihan hatimu sendiri. Sehingga sempat diungkapkap oleh para ulama, "Nyanyian adalah tarian perzinahan."
Bayangkan Kekurangannya
Ingatlah selalu, bahwa orang yang kau cinta bukanlah sosok pribadi yang
sempurna. Ia sangat memiliki banyak kekurangan, sehingga tidak layak
untuk dipuja, disanjung, atau senantiasa diangan. Orang yang kau cintai
tidaklah seperti yang kau khayalkan di setiap lamunan.
Ibnul Jauzi mengatakan," Sesungguhnya manusia itu penuh dengan najis dan
kekotoran. Sementara orang yang dimabuk cinta senantiasa melihat
kekasihnya dalam keadaan sempurna. Disebabkan cinta ia tidak lagi
melihat adanya aib."
Kita bisa menghukumi sesuatu kecuali dengan timbangan keadilan,
sementara orang yang sedang kasmaran tengah dikuasai oleh nafsunya
sehingga tidak dapat bersikap dengan adil. Kecintaannya menutupi seluruh
aib yang dimiliki pasangannya. Para ahli hikmah berkata, "mata yang
diliputi hawa nafsu akan menjadi buta."
Tips Lain
Usahakan untuk menjauh dari orang yang dicintai. Karena terpisahnya
badan akan memberikan pengaruh jauhnya hati dari orang yang dicinta.
Hendaknya sabar menanggung perpisahan beberapa saat walaupun sulit.
Kontinu menghadiri majelis dzikir, bergaul dengan orang-orang shalih,
serta mendengar atau membaca kisah orang-orang shalih. Meredam
keinginan, memupus harapan disertai keinginan keras untuk dapat
mengalahkan hawa nafsu. Selalu teratur menjaga shalat dengan sempurna,
khusyuk dan berusaha sempurna secara lahir dan batin. Mencampakkan seluruh keinginan yang rendah, hina, dan perbuatan tercela, serta berusaha meraih segala keutamaan. Mengambil pelajaran dari kedukaan orang-orang yang dimabuk cinta, derita dan kacau balaunya urusan mereka.
Selasa, 06 Maret 2012
Tips mengatasi rasa Rindu
00.44
No comments







0 komentar:
Posting Komentar