KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat, taufik, dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah Civic
Education ini dengan baik.
Makalah ini diharapkan mampu membantu saya dalam memperdalam mata kuliah
Civic Education dalam kegiatan belajar. Selain itu, makalah ini diharapkan agar
dapat menjadi bacaan para pembaca agar menjadi warga negara yang baik dan
bertanggung jawab karena materi ini disajikan mengarah pada terbentuknya arah
globalisasi yang berpengaruh terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.
Oleh karena itu,, makalah ini diharapkan agar bangsa Indonesia memiliki
sikap yang kritis terhadap situasi dan kondisi kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara yang selalu berubah.
Akhir kata, saya ucapkan terima kasih kepada para pembaca yang sudah
berkenan membaca makalah ini dengan tulus ikhlas. Semoga makalah ini
bermanfaat, khususnya bagi saya dan pembaca. Amin........
kudus, 7 april 2011
Penulis
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR...................................................................................... i
DAFTAR
ISI..................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................... 1
BAB
II PEMBAHASAN............................................................................. 2
A. Pengertian dan Proses Globalisasi........................................... 2
1. Pengertian Globalisasi......................................................... 2
2. Proses Globalisasi............................................................... 3
B. Pengaruh Globalisasi Terhadap Kehidupan Berbangsa
dan Bernegara.......................................................................... 3
dan Bernegara.......................................................................... 3
C. Aspek-Aspek Positif dan Negatif dari Globalisasi.................. 5
D. Menunjukkan Sikap Selektif Terhadap Globalisasi................. 6
1. Latar Belakang dan Pengertian........................................... 6
2. Nilai Dasar Pancasila sebagai Filter Arus
Global................ 6
E. Menentukan Posisi Terhadap Implikasi Globalisasi................. 7
1. Hak Asasi Manusia............................................................. 7
2. Migrasi................................................................................ 7
3. Demokrasi........................................................................... 8
4. Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam...................... 8
5. Perdamaian dan Keamanan................................................ 8
BAB III PENUTUP....................................................................................... 9
DAFTAR
PUSTAKA....................................................................................... 10
BAB I
PENDAHULUAN
Mata Kuliah Civic Education memiliki sasaran pembelajaran berupa hal-hal
yang menyangkut tentang peranan masyarakat, bangsa dan negara di dalam suatu
negara Indonesia. Disini saya membahas tentang pengaruh globalisasi terhadap
bangsa dan negara Indonesia.
Globalisasi tampaknya telah menjadi bagian dari kehidupan kita. Kita
tidak dapat melepaskan diri dari globalisasi. Ibaratnya, siap atau tidak siap,
kita mesti berhadapan dengan globalisasi. Namun demikian, arus globalisasi
ternyata tidak selamanya berdampak positif. Ada pula dampak negatifnya. Oleh
karena itu, kita harus mempunyai penyaring (filter) untuk menghadapinya agar
kita tidak terlindas oleh jaman. Justru sebaliknya, kita harus tetap menjadi
manusia yang berjiwa manusiawi. Untuk kesuksesan dan kesejahteraan umat manusia
di seluruh dunia.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian dan Proses Globalisasi
1.
Pengertian Globalisasi
Sebelum kita mengkaji lebih jauh tentang globalisasi,
seyogyanya kita harus memahami terlebih dahulu pengertian globalisasi. Kamus
Bahasa Inggris Longman Dictionary of
Contemporary English, mengartikan global dengan concerning the whole earth. Maksudnya sesuatu yang berkaitan dengan
dunia internasional atau seluruh alam jagad raya. Sesuatu hal yang dimaksud
disini dapat berupa masalah, kejadian, kegiatan, atau bahkan sikap yang sangat
berpengaruh dalam kehidupan yang lebih luas.
Menurut John Huckle, globalisasi adalah suatu proses
dengan mana kejadian, keputusan, dan kegiatan di salah satu bagian dunia
menjadi suatu konsekuensi yang signifikan bagi individu dan masyarakat di
daerah yang jauh. Sementara itu, Albrow mengemukakan bahwa globalisasi adalah
keseluruhan proses di mana manusia di bumi ini diinkorporasikan (dimasukkan) ke
dalam masyarakat dunia tunggal, masyarakat global. Karena proses ini bersifat
majemuk, kita pun memandang globalisasi di dalam kemajemukan.
Secara ekonomi, globalisasi merupakan proses
pengintegrasian ekonomi nasional bangsa-bangsa ke dalam sebuah sistem ekonomi
global.
Menurut Prijono Tjjiptoherijanto, konsep globalisasi
pada dasarnya mengacu pada pengertian ketiadaan batas antar negara (stateless). Konsep ini merujuk pada
pengertian bahwa suatu negara (state)
tidak dapat membendung “sesuatu” yang terjadi di negara lain. Pengertian
“sesuatu” tersebut dikaitkan dengan banyak hal seperti pola perilaku, tatanan
kehidupan, dan sistem perdagangan.
Dari beberapa definisi tersebut dapat dikatakan bahwa
“globalisasi” merupakan suatu proses pengintegrasian manusia dengan segala
macam aspek-aspeknya ke dalam satu kesatuan masyarakat yang utuh dan yang lebih
besar.
2.
Proses Globalisasi
Globalisasi sebagai suatu proses bukanlah suatu
fenomena baru karena proses globalisasi sebenarnya telah ada sejak berabad-abad
lamanya.
Di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 arus
globalisasi semakin berkembang pesat di berbagai negara ketika mulai ditemukan
teknologi komunikasi, informasi, dan transportasi.
Loncatan teknologi yang semakin canggih pada
pertengahan abad ke-20 yaitu internet dan sekarang ini telah menjamur telepon
genggam (handphone) dengan segala
fasilitasnya.
Bagi Indonesia, proses globalisasi telah begitu terasa
sekali sejak awal dilaksanakan pembangunan. Dengan kembalinya tenaga ahli
Indonesia yang menjalankan studi di luar negeri dan datangnya tenaga ahli
(konsultan) dari negara asing, proses globalisasi yang berupa pemikiran atau
sistem nilai kehidupan mulai diadopsi dan dilaksanakan sesuai dengan kondisi di
Indonesia.
Globalisasi secara fisik ditandai dengan perkembangan
kota-kota yang menjadi bagian dari jaringan kota dunia. Hal ini dapat dilihat
dari infrastruktur telekomunikasi, jaringan transportasi, perusahaan-perusahaan
berskala internasional serta cabang-cabangnya.
B.
Pengaruh Globalisasi terhadap
Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Bangsa Indonesia merupakan bagian dari bangsa di
dunia. Sebagai bangsa, kita tidak hidup sendiri melainkan hidup dalam satu
kesatuan masyarakat dunia (world society).
Kita semua merupakan makhluk yang ada di bumi. Karena itu, manusia secara alam,
sosial, ekonomi, politik, keamanan, dan budaya tidak dapat saling terpisah
melainkan saling ketergantungan dan mempengaruhi.
Era globalisasi yang merupakan era tatanan kehidupan
manusia secara global telah melibatkan seluruh umat manusia. Secara khusus
gelombang globalisasi itu memasuki tiga arena penting di dalam kehidupan
manusia, yaitu arena ekonomi, arena politik, dan arena budaya.
Jika masyarakat atau bangsa tersebut tidak siap
menghadapi tantangan-tantangan global yang bersifat multidimensi dan tidak
dapat memanfaatkan peluang, maka akan menjadi korban yang tenggelam di
tengah-tengah arus globalisasi.
Dari sisi politik, gelombang globalisasi yang sangat
kuat yakni gelombang demokratisasi. Sesudah perang dingin dan rontoknya
komunisme, umat manusia menyadari bahwa hanya prinsip-prinsip demokrasi yang
dapat membawa manusia kepada taraf kehidupan yang lebih baik. Angin
demokratisasi telah merasuk ke dalam hati rakyat di setiap negara. Mereka
melakukan gerakan sosial dengan menggugat dan melawan sistem pemerintahan
diktator atau pemerintahan apapun yang tidak memihak rakyat.
Kasus serupa juga terjadi di Indonesia, yaitu dengan
runtuhnya rezim pemerintahan Orde Lama dan runtuhnya rezim pemerintahan Orde
Baru. Di Indonesia sejak bergulirnya reformasi, gelombang demokratisasi semakin
marak dan tuntutan akan keterbukaan politik semakin terlihat.
Dari sisi budaya, era globalisasi ini membawa beraneka
ragam budaya yang sangat dimungkinkan mempengaruhi pola pikir, tingkah laku,
dan sistem nilai masyarakat suatu negara. Oleh karena itu, kita seharusnya
waspada dan pandai menyiasati pengaruh budaya silang sehingga bangsa kita dapat
mengambil nilai budaya yang positif yaitu mengambil nilai budaya yang
bermanfaat bagi kehidupan dan pembangunan bangsa serta tidak terjebak pada
pengaruh-pengaruh budaya yang negatif. Kita juga harus belajar melihat dunia
dari perspektif yang berbeda sesuai dengan kepentingan dan tujuan masing-masing
tanpa melunturkan nilai identitas budaya bangsa kita. Dengan memahami perbedaan
dan persamaan kebudayaan tadi akan menumbuhkan saling pengertian dan saling
menghargai antar kebudayaan yang ada.
C.
Aspek-Aspek Positif dan Negatif dari
Globalisasi
Globalisasi dalam berbagai aspek kehidupan akan
membuat setiap bangsa menjadi bagian dari sistem nilai dunia.
Globalisasi ekonomi memungkinkan terjadinya sinergi
positif antara beberapa kelompok ekonomi dalam negeri dengan kelompok ekonomi
luar negeri. Sinergi ekonomi positif yang berciri multilateral ini perlu
diarahkan untuk tidak mematikan kelompok-kelompok ekonomi yang sejenis di
negara-negara yang beraliansi ekonomi secara multilateral tersebut.
Secara politis, era globalisasi dapat menumbuhkan
kesadaran berdemokrasi yaitu kesadaran hak dan kewajibannya serta kesadaran
tanggung jawab dalam bernegara. Pada masa reformasi, demokrasi telah membawa
perubahan-perubahan yang besar diantaranya pelaksanaan pemilihan umum
legislatif dengan sistem multipartai dan pemilihan presiden dan wakil presiden
secara langsung.
Aspek negatif globalisasi dapat dicontohkan sebagai
berikut : Berhadapan dengan kekuatan global negara-negara dunia ketiga akan
sulit mempertahankan pola produksinya dan sulit meningkatkan taraf hidupnya.
Pada umumnya negara-negara berkembang akan terperangkap dengan hutang-hutangnya
yang semakin lama semakin menggelembung.
Dari sudut pandang politik, arus globalisasi telah
mengembuskan demokratisasi di banyak negara. Apa yang terjadi di kebanyakan
negara berkembang akan memunculkan sikap dan tindakan anarkis yang dapat
memakan banyak korban di antara sesama. Wawasan kebangsaan semakin terpuruk
sehingga dapat menimbulkan disintegrasi bangsa. Terjadinya gejala disintegrasi
ini karena penguasa atau elit politik dianggap sudah tidak lagi memperhatikan
nasib dan kepentingan rakyat. Sebaliknya, penguasa hanya mementingkan
kepentingan diri, keluarga, dan kelompoknya.
D.
Menunjukkan Sikap Selektif Terhadap
Globalisasi
1.
Latar Belakang dan Pengertian
Proses globalisasi yang membawa dampak positif maupun
dampak negatif telah menembus ke segala penjuru dunia tanpa mengenal batas
administrasi negara. Oleh karena itu, tindakan preventif yang harus kita
lakukan terhadap arus globalisasi yaitu bersikap waspada dan selektif terhadap
segala macam arus globalisasi tersebut. Untuk itu kita harus memiliki ketahanan
nasional yang kuat.
Sikap selektif dapat diartikan sebagai sikap untuk
memiliki dan menentukan alternatif yang terbaik bagi kehidupan diri, lingkungan
masyarakat, bangsa, dan negara melalui proses yang berhati-hati, rasional, dan
normatif terhadap segala macam pengaruh dari luar sehingga apa yang telah
menjadi pilihan dapat diterima oleh semua pihak dengan penuh tanggung jawab.
2.
Nilai Dasar Pancasila sebagai Filter
Arus Global
Kita mempunyai nilai dasar yang dapat membentengi
pengaruh buruk akibat arus globalisasi. Nilai dasar yang terkandung dalam
Pancasila merupakan nilai-nilai yang digali dari budaya luhur bangsa.
Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa memberikan pemahaman
kepada bangsa Indonesia untuk percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Nilai kemanusiaan yang adil dan beradab memberikan
pemahaman kepada bangsa Indonesia untuk bersikap adil kepada sesama, menghormati
harkat dan martabat manusia, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Nilai persatuan Indonesia memberikan pemahaman kepada
bangsa Indonesia untuk senantiasa menempatkan persatuan, kesatuan, serta
kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau
golongan.
Nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan memberikan pemahaman kepada
bangsa Indonesia untuk bersikap demokratis yang dilandasi dengan tanggung
jawab.
Nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
memberikan pemahaman dan penyadaran kepada bangsa Indonesia atas hak dan
kewajibannya yang sama dalam menciptakan keadilan dan kemakmuran. Oleh karena
itu, kita harus dapat mengembangkan nilai dan sikap kekeluargaan dan kegotongroyongan
dalam kehidupan masyarakat.
E.
Menentukan Posisi Terhadap Implikasi
Globalisasi
1.
Hak Asasi Manusia
Hak asasi manusia merupakan hak kodrat manusia yang
bersifat universal, baik sebagai individu, warga masyarakat, warga negara,
maupun warga dunia. Skala pelanggaran hak asasi manusia itu dapat terjadi
secara lokal di kawasan tertentu, di negara tertentu, dan bahkan di dunia.
Terhadap isu-isu hak asasi manusia, posisi bangsa
Indonesia, yakni berusaha mencegah munculnya pelanggaran-pelanggaran hak asasi
manusia, antara lain dengan cara meningkatkan kesadaran warga negara untuk
menghormati hak asasi manusia, mewujudkan keadilan dan kesejahteraan
masyarakat, dan mematuhi hukum yang berlaku.
2. Migrasi
Selain hak asasi manusia, migrasi pun merupakan
masalah global. Apakah itu bentuknya emigrasi, imigrasi, atau pengungsian. Bagi
negara yang didatangi tentu akan menimbulkan masalah yang bermacam-macam,
seperti memikirkan masalah keamanan, politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
3. Demokrasi
Demokrasi dalam arti luas meliputi demokrasi politik,
ekonomi, sosial, dan budaya. Demokrasi menjadi isu global karena nilai-nilai
demokrasi yang semestinya menghormati hak-hak rakyat dalam mengambil keputusan
untuk kepentingannya sendiri telah dirampas oleh penguasa.
Bangsa Indonesia menjunjung tinggi nilai demokrasi
yang berasaskan Pancasila, seperti memberikan kebebasan berpendapat sesuai
dengan aturan, memberikan kepercayaan kepada rakyat untuk menggunakan hak-hak
politiknya. Bangsa Indonesia senantiasa waspada terhadap sistem demokrasi yang
tidak sesuai dengan nilai-nilai serta kepribadian bangsa.
4. Lingkungan
Hidup dan Sumber Daya Alam
Lingkungan hidup dan sumber daya alam yang tidak
terjaga dapat menimbulkan masalah global. Lingkungan hidup yang penuh polusi
akan menimbulkan dampak pada menurunnya derajat kesehatan masyarakat.
5. Perdamaian
dan Keamanan
Perdamaian dan keamanan menjadi dambaan setiap umat
manusia. Namun demikian, kenyataannya sampai saat ini perdamaian dan keamanan
masih sangat mencekam.
Masalah perdamaian dan keamanan telah menjadi masalah
global yang tidak mungkin diselesaikan oleh satu negara saja walaupun negara
itu merupakan negara besar. Salah satu cara yang dapat dilakukan ialah
membangun kerja sama, baik secara bilateral maupun secara multilateral.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Globalisasi merupakan suatu gejala wajar yang pasti akan dialami oleh
setiap bangsa di dunia, baik pada masyarakat yang maju, masyarakat berkembang,
masyarakat transisi, maupun masyarakat yang masih rendah taraf hidupnya.
Dalam era global, suatu
masyarakat/negara tidak mungkin dapat mengisolasi diri terhadap proses
globalisasi. Jika suatu masyarakat/negara mengisolasi diri dari globalisasi,
mereka dapat dipastikan akan terlindas oleh jaman serta terpuruk pada era
keterbelakangan dan kebodohan.
Dampak positif dan negatif pada pengaruh globalisasi terhadap kehidupan
berbangsa dan bernegara pun ada. Salah satunya era globalisasi pada sistem
politik. Bangsa Indonesia telah menerapkan kehidupan berdemokrasi yang telah
membawa perubahan-perubahan yang besar, diantaranya pelaksanaan pemilu
legislatif dengan sistem multipartai dan pemilihan presiden dan wakil presiden
secara langsung. Itu dampak positifnya.
Sedang dampak negatifnya ialah pada kebanyakan negara berkembang akan memunculkan sikap dan tindakan anarkis
yang dapat memakan banyak korban diantara sesama. Wawasan kebangsaan semakin
terpuruk sehingga dapat menimbulkan disintegrasi bangsa. Seperti munculnya
Gerakan Papua Merdeka dan Gerakan Aceh Merdeka.
DAFTAR PUSTAKA
Ghazali, Adeng. 2004. Civic Education. Bandung
: Benang Merah Press.
Muhlisin dan Sujiyanto. 2005. Praktik Belajar Kewarganegaraan.
Jakarta : Ganeca Exact.







